Lamongan, asatunet.com - Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Lamongan terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur hingga Kementrian Pertanian dalam hal penanganan faislitas di bidang pertanian.
Diantaranya memaksimalkan kegiatan serapan gabah dengan menjalin hubungan dengan Bulog. Tujuannya tak lain untuk mengantisipasi terjadinya gagal panen dan bisa menanggulangi anjloknya harga gabah.
Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Sujarwo melalui Defi Mei Isnaini S.P, M.Agr selaku Kasi Pascapanen mengatakan berkaitan dengan kegiatan paska panen pihaknya mengklaim tidak ada penurunan. Sebaliknya, dalam setiap tahunnya penanganannya selalu ditingkatkan.
"Selain itu, pemkab lamongan sudah mengambil langkah - langkah berkaitan dengan anjloknya harga gabah. Langkah- langkah yang diambil meliputi berkoordinasi dengan Bulog agar mendorong dalam kegiatan serap gabah bisa maksimal," jabarnya.
Tak hanya itu, masih menurutnya, juga turut serta mendorong percepatan pola kerjasama Poktan atau Gapoktan dengan Pihak Bulog dan juga Perpadi. Agar kedepan bisa adanya fasilitas pembangunan pengering padi secara vertical dengan kapasitas 10 ton penggilingan dan lantai jemur.
"Mendorong para petani agar bekerja sama dengan huler terdekat agar pengeringan gabah bisa optimal dan selalu berkoordinasi dengan Dinas Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Pertanian," terangnya.
Editor : Setiyawan









