Breaking News
BMKG Peringatkan Kekeringan dan Karhutla Bulan Agustus Harga Pertamax Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rincian Harganya Kapolda Jatim Pimpin Sertijab PJU dan Kapolres, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan dan Pelayanan Presisi Police Go To School: Polres Mojokerto Kota Tanamkan Disiplin dan Kesadaran Kamtibmas Kepada Pelajar Pemerintah Resmi Terima Pengunduran Diri Perry Warjiyo, Destry Damayanti Jalankan Tugas Gubernur BI Sementara Tak Ditahan, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dicecar 18 Pertanyaan oleh Penyidik Kejagung Jadi Sorotan Publik, RPK Sememi Tidak Lagi Beroperasi Buka MPLS, Siswa Baru Diharapkan Jauhi Sikap Vandalisme Penyelenggaraan SPMB Wajib Bebas Korupsi, KPK Keluarkan Surat Edaran Intruksi Presiden Sekolah Wajib Ajarkan Bahasa Perancis, Begini Respon DPR RI
asatunet.com
Indeks
asatunet.com
BUWAB
KPK   POLRI   kejaksaan
  • Home
  • INVESTIGASI
  • KULINER
  • ADVETORIAL
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN & BUDAYA
  • OPINI
  • HUKUM & KRIMINAL
  • DESAKU
Home Berita Jawa Timur Ingat ! Jangan Lupakan Budaya Leluhur Kita

Ingat ! Jangan Lupakan Budaya Leluhur Kita

Berita Jawa Timur 10 Oktober 2024 13:47:30 Penulis : arp/riz
Ket Foto : Pemerhati budaya berdomisili di Siadoarjo.
banner 120x600

Belum banyak orang tau akan sejarah dari leluhurnya terdahulu, terutama kita yang terlahir dan besar di tanah Jawa ini. Ya, Suku Jawa, atau dikenal sebagai Tiyang Jawi (bahasa krama) dan Wong Jowo (bahasa ngoko), adalah suku bangsa Austronesia terbesar di Indonesia, yang sebagian besar berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pada tahun 2010, menurut data yang tercatat, sekitar 40,22% penduduk Indonesia adalah etnis Jawa. Tidak hanya di Indonesia, suku Jawa juga tersebar di Kaledonia Baru dan Suriname sebagai warisan era kolonial Belanda, serta di berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Arab Saudi, dan Belanda.

Mayoritas orang Jawa adalah Muslim, dengan minoritas Kristen, Kejawen, Hindu, dan Buddha. Kebudayaan Jawa yang kaya telah dipengaruhi oleh lebih dari seribu tahun interaksi antara budaya Kejawen dan Hindu-Buddha, yang masih terlihat dalam sejarah, tradisi, dan seni budaya Jawa.

Dengan populasi global yang besar, suku Jawa menjadi kelompok etnis terbesar kelima di antara umat Islam di dunia, setelah bangsa Arab, Bengali, Punjabi, dan Turki. Suku Jawa juga memiliki beberapa sub-suku seperti Banyumasan, Cirebon, Osing, Samin, Tengger, Jawa Merauke, dan Jawa Suriname.

Menurut para peneliti, masyarakat Jawa adalah hasil perpaduan genetik antara orang Austroasiatik dan Austronesia, dengan sekitar 20-30% gen Austronesia dan 50-60% gen Austroasiatik. Adopsi bahasa Austronesia oleh penduduk awal Jawa terjadi sebagai bentuk adaptasi dalam perdagangan dan pertukaran budaya.

Budaya Jawa yang sangat kompleks menekankan keseimbangan, keselarasan, dan keserasian dalam kehidupan sehari-hari, menjunjung tinggi kesopanan dan kesederhanaan.

Budaya Jawa, yang meliputi pertunjukan wayang kulit, pusaka keris, kain batik, dan berbagai macam gamelan, juga tersebar di luar Jawa. Contoh, wayang remaja dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kampung Halaman, yang berada di Yogyakarta misalnya, pernah mendapat penghargaan seni dan budaya dari AS pada tahun 2011 lalu.

Kemudian gamelan Jawa juga diajarkan di Universitas Victoria Wellington, Selandia Baru, dan rutin dipentaskan di AS dan Eropa. Sama halnya juga dengan Sastra Jawa, seperti Nagarakretagama diakui UNESCO sebagai Memori Dunia. Pengaruh budaya Jawa juga terlihat di luar Indonesia, termasuk Malaysia, Singapura, dan Thailand Selatan, terutama pada era kejayaan kerajaan Wilwatikta Nagari (Majapahit).

Lebih lanjut, Bahasa Jawa adalah bahasa Austronesia dengan banyak serapan dari bahasa Sansekerta. Pada awal 1990-an, hasil survey seperti yang dikutip dari majalah Tempo menunjukkan bahwa mayoritas orang Jawa masih menggunakan bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa Jawa memiliki aturan perbedaan kosakata dan intonasi berdasarkan hubungan sosial, yang dikenal sebagai Unggah-ungguh (tata krama).

Meskipun aksara Jawa agak tertinggal dan semakin tergantikan oleh huruf Latin dan Arab. Di sisi lain aksara Jawa asli ini masih tetap diajarkan dan di budayakan terutama di daerah sekitaran Solo, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Dari catatan data kependudukan, mayoritas orang Jawa adalah Muslim (sekitar 96%), dengan perbedaan kultur antara kaum Santri dan Abangan.

Kaum Santri mengamalkan ajaran Islam secara syariat, sedangkan kaum Abangan masih terpengaruh kuat oleh Kejawen. Selain Islam, orang Jawa juga ada yang menganut agama Kristen (sekitar 3%), Hindu, Buddha, dan Kejawen. Adapun komunitas Jawa Hindu dapat ditemukan di kawasan pegunungan Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur dan komunitas Jawa Buddha di desa Kalimanggis, Temanggung, Jawa Tengah.

Dengan kata lain, Budaya Jawa adalah warisan leluhur bangsa Indonesia yang kaya akan keberagaman dan sangat berharga. Dengan adanya nilai-nilai ke-arifan lokal dan tradisi yang masih tetap terjaga serta dihormati oleh masyarakat Jawa terutama dan dunia luar hingga kini. Sepatutnyalah kita generasi penerus bangsa untuk tetap selalu menjaga warisan berharga ini. 

*diambil dari berbagai sumber informasi.

Bantu kami dengan membagikan berita ini melalui :
Tags :

BERITA TERKAIT

Kapolda Jatim Pimpin Sertijab PJU dan Kapolres, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan dan Pelayanan Presisi
Kapolda Jatim Pimpin Sertijab PJU dan Kapolres, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan dan Pelayanan Presisi

SURABAYA, Asatunet.com – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si.,... Selengkapnya » …

Jadi Sorotan Publik, RPK Sememi Tidak Lagi Beroperasi
Jadi Sorotan Publik, RPK Sememi Tidak Lagi Beroperasi

Surabaya, Asatunet.com – Fasilitas pemberdayaan masyarakat berupa Rumah Padat Karya... Selengkapnya » …

Buka MPLS, Siswa Baru Diharapkan Jauhi Sikap Vandalisme
Buka MPLS, Siswa Baru Diharapkan Jauhi Sikap Vandalisme

Surabaya, Asatunet.com - Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah bagi... Selengkapnya » …

Pimpinan Dekopinda Lamongan Masa Bakti 2025 – 2030 Dikukuhkan
Pimpinan Dekopinda Lamongan Masa Bakti 2025 – 2030 Dikukuhkan

Lamongan, Asatunet.com – Raden Imam Mukhlisin resmi dikukuhkan sebagai Pimpinan... Selengkapnya » …

Ada ‘Setoran’ Berkedok Kesepakatan Dibalik Pencairan ADD ?
Ada ‘Setoran’ Berkedok Kesepakatan Dibalik Pencairan ADD ?

Lamongan, Asatunet.com – Terdengar kabar, alih-alih berdasar kesepakatan berupa... Selengkapnya » …

Residivis Curanmor di Kota Soto Keok, Polisi Buru Pelaku Lain
Residivis Curanmor di Kota Soto Keok, Polisi Buru Pelaku Lain

Lamongan, Asatunet.com – Polisi berhasil membekuk pelaku pencurian kendaraan... Selengkapnya » …

Iklan Berantas Rokok Ilegal
DPRD HJL 457

MELEK HUKUM

  • Masyarakat Punya Hak Sengketakan Badan Publik
    Sekitar 2 tahun yang lalu
    Masyarakat Punya Hak Sengketakan Badan Publik
  • Penggugat dan Tergugat Wajib Datang di Persidangan Gugatan Sederhana
    Sekitar 2 tahun yang lalu
    Penggugat dan Tergugat Wajib Datang di Persidangan Gugatan Sederhana
Lebih Banyak

HOT NEWS

  • BMKG Peringatkan Kekeringan dan Karhutla Bulan Agustus
    Sekitar 2 minggu yang lalu
    BMKG Peringatkan Kekeringan dan Karhutla Bulan Agustus
  • Harga Pertamax Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rincian Harganya
    Sekitar 2 minggu yang lalu
    Harga Pertamax Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rincian Harganya
  • Kapolda Jatim Pimpin Sertijab PJU dan Kapolres, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan dan Pelayanan Presisi
    Sekitar 2 minggu yang lalu
    Kapolda Jatim Pimpin Sertijab PJU dan Kapolres, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan dan Pelayanan Presisi

PROFIL & OPINI

  • Ingat ! Jangan Lupakan Budaya Leluhur Kita
    Ingat ! Jangan Lupakan Budaya Leluhur Kita
  • Mahal Mana Bus Sekolah atau Masa Depan Pelajar ?
    Mahal Mana Bus Sekolah atau Masa Depan Pelajar ?
  • Pentingnya Sertifikasi Kompetensi bagi Wartawan
    Pentingnya Sertifikasi Kompetensi bagi Wartawan
  • Menunggu Hasil Sengketa Pilkada Lamongan, Bijaklah Berpendapat di Medsos
    Menunggu Hasil Sengketa Pilkada Lamongan, Bijaklah Berpendapat di Medsos
Lebih Banyak

BERITA POPULER

  • 1
    22 Juni 2023
    Petugas Gabungan Sapu Bersih Pijat Plus-plus dan Karaoke Ilegal di Jalur Pantura Tuban
  • 2
    07 Desember 2022
    Lamongan Bakal Punya Jalan Tol, Begini Gambarannya
  • 3
    22 Oktober 2022
    Kabar Baik, IGTKI-PGRI Kabupaten Lamongan Bangun Gedung Sekretariat
  • 4
    30 September 2022
    Piutang Pemkab Pasuruan Tembus Hingga Rp 17,2 Miliar, Lujeng Sudarto Menduga Ada Keterlibatan Mafia Pajak ?
  • 5
    08 Oktober 2022
    Ini yang Dilakukan Gubernur Jatim saat Peringati HUT ke-77 Pemprov Jatim
  • 6
    30 Oktober 2022
    Gila, Komplotan Maling di Mojokerto ini Berani Sikat Aset PT KAI!
  • 7
    22 Februari 2023
    Disdikpora Bantul Tolak para Atlet UTI Pro Ikuti Gelaran PORPel 2023, Kenapa?
  • 8
    24 November 2022
    Harumkan Kota Soto, Para Atlet Lamongan Digerojok Bonus
  • 9
    17 Oktober 2022
    JPU Perkara Dugaan Tambang Illegal Mining Minta Hakim Tolak Seluruh Eksepsi Terdakwa 
  • 10
    12 Oktober 2022
    Apes, Belasan Tersangka Curat dan Curanmor Keok

ADVERTORIAL

  • Prioritas, Dinas PUBM Tuntaskan Proyek Ruas Jalan dan Usulan Jembatan
    Prioritas, Dinas PUBM Tuntaskan Proyek Ruas Jalan dan Usulan Jembatan
  • Optimalisasi Digitalisasi Pajak Daerah dan Ekstensifikasi PBJT-Jasa Perhotelan
    Optimalisasi Digitalisasi Pajak Daerah dan Ekstensifikasi PBJT-Jasa Perhotelan
  • Segera Cek Kesehatan di Poli MCU RSUD dr Soegiri, Ada Paket Mini Lo !
    Segera Cek Kesehatan di Poli MCU RSUD dr Soegiri, Ada Paket Mini Lo !
  • Dikomplain Masyarakat, Komisi C DPRD Lamongan Turun Gunung Pantau JLU
    Dikomplain Masyarakat, Komisi C DPRD Lamongan Turun Gunung Pantau JLU
  • RSUD dr Soegiri Siap Jadi Garda Terdepan Tekan Masalah Gigi dan Mulut
    RSUD dr Soegiri Siap Jadi Garda Terdepan Tekan Masalah Gigi dan Mulut
Lebih Banyak
asatunet.com
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kode Etik
© 2022 asatunet.com - ALL RIGHTS RESERVED
  • Home
  • INVESTIGASI
  • KULINER
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN & BUDAYA
  • OPINI
  • HUKUM & KRIMINAL
  • DESAKU
  • Redaksi