Bus Sekolah atau yang secara umum disebut dengan angkutan sekolah merupakan salah satu alternatif untuk diterapkan guna mengubah perilaku perjalanan pelajar dari rumah menuju sekolah yang tidak efisien.
Berdasarkan pengamatan dan penelitian dari berbagai sumber, saat ini penggunaan kendaraan secara mandiri baik kendaraan pribadi maupun angkutan umum oleh pelajar memiliki resiko paling tinggi.
Tak jarang kita mendengar berita Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) yang melibatkan pelajar baik dari tingkat Sekolah Mengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Sangat disayangkan, dari setiap kejadian Lakalantas yang melibatkan pelajar itu, sebagian besar nyawanya tak dapat diselamatkan.
Ditambah lagi ancaman-ancaman kejahatan seksual, kekerasan, dan bahaya lain yang tentunya mengancam masa depan para pelajar yang digadang-gadang dapat menjadi pemimpin di masa depan.
Untuk itulah, seharusnya Indonesia pada umumnya dan Lamongan khususnya, harus mempertimbangkan penggunaan layanan bus sekolah gratis.
Dalam salah satu jurnal dengan judul "Bus Sekolah : Tinjauan Layanan Dan Keselamatan" oleh Ellen S.W. Tangkudung, Staf Pengajar Departemen Teknik Sipil Universitas Indonesia tahun 2014, kelebihan dalam penggunaan Bus Sekolah, disebutkan :
1. Bus Sekolah dapat Memudahkan para pelajar untuk berangkat dan pulang sekolah dalam menuntut ilmunya;
2. Memberikan rasa kenyamanan bagi para pelajar sekolah sehingga tidak terjadi tawuran atau pertikaian antar sekolah;
3. Mengurangi angka kecelakaan bagi para pelajar daripada menggunakan sepeda motor yang terbukti memberikan kontribusi angka kecelakaan yang tinggi ;
4. Mengurangi jumlah kendaraan pribadi. Hal ini tentu berkaitan juga dengan pengurangan polusi udara juga mengurangi kemacetan yang terjadi;
5. Pelajar dapat berinteraksi dengan teman-temannya. Dengan menggunakan bis sekolah sebagai sarana transportasi massal maka tidak akan ada perbedaan status antara pelajar yang satu dengan yang lainnya. Sebagian pelajar menggunakan mobil bus yang sama tanpa perlu merasa takut ataupun gengsi;
6. Lebih tepat waktu dan pelajar tidak memiliki alasan lagi untuk datang terlambat ke sekolah. Bagi pelajar yang naik bus sekolah diharapkan sudah siap sebelum dijemput sehingga pelajar juga akan belajar dalam menjalankan disiplin waktu;
7. Melatih kemandirian. Dengan menaiki bus sekolah maka siswa dilatih untuk lebih
mandiri, tidak mengandalkan pengasuh (baby sitter) ataupun sopir pribadinya untuk
mengantarkan ke sekolah. Pelajar juga akan belajar untuk lebih bertanggung jawab
terhadap dirinya sendiri.
Hal ini tentu menjadi solusi yang efektif dan efisien untuk membentuk dan melatih pelajar di Lamongan agar lebih disiplin dan berkarakter. Lembaga-lembaga terkait, tentunya memiliki pertimbangan tersendiri dalam hal ini, misalnya masalah anggaran dan lain-lain.
Namun, dengan banyaknya tragedi pelajar, mulai dari bolos dan menggunakan narkoba, pelecehan seksual di angkutan umum, hingga kecelakaan lalu lintas, tentunya sudah cukup menjadi alasan mengapa Bus Sekolah gratis ini harus segera direalisasikan.
Selain diyakini dapat meningkatkan keselamatan pelajar ketika berangkat dan
kembali dari sekolah. Aksesibilitas pelajar yang menggunakan bus sekolah menjadi lebih baik, karena dengan adanya Bus Sekolah tentunya juga ada halte khusus bus sekolah di beberapa lokasi dan fasilitas penunjang yang memadai.
Di sisi lain, bukan hanya Lembaga Pemerintah yang satu-satunya berperan untuk merealisasikan Bus Sekolah. Melainkan juga orangtua para pelajar di Lamongan. Orangtua seharusnya lebih memahami anak-anaknya yang saat ini sedang duduk di bangku sekolah, diintai dengan berbagai macam bahaya.
Misalkan saja ada pertimbangan dari Lembaga Pemerintah yang dananya minim sehingga belum merealisasikan bus sekolah. Para orangtua juga bisa berinisiatif untuk menggalakkan iuran rutin, yang besarannya bisa disepakati oleh masing-masing orangtua (misalnya dibawah harga bensin per hari) dalam jangka waktu tertentu.
Penulis : Nanda Setiyawan, S.H
Bantu kami dengan membagikan berita ini melalui :







