Bojonergoro, Asatunet.com – Sebanyak 19.200 ton Bantuan Pangan (Banpang) bakal tuntas dikirimkan kepada 640.002 PBP (Penerima Bantuan Pangan) di tiga kabupaten, Yakni Bojonegoro, Tuban dan Lamongan. Tercatat, Perum Bulog Bojonegoro saat ini sudah mengalokasikan penyaluran tahap ke II, yang dimulai sejak bulan Juli lalu.
Pimpinan Bulog Kantor Cabang Bojonegoro, Umar Said, mengatakan pihaknya berkomitmen memastikan kualitas beras bantuan yang diterima masyarakat sesuai ketentuan. Diantaranya, dengan menerapkan standar tinggi sebelum beras tersebut disalurkan.
“Bulog melakukan repacking beras ke dalam kemasan 10 kg Bantuan Pangan dengan melakukan pengecekan kualitas selama prosesnya. Bulog juga melakukan pemrosesan kembali ke mitra pengolahan untuk mendapatkan kualitas beras yang tetap baik,” jelas umar.
Tak hanya itu, Umar menambahkan jika pihaknya juga sudah membentuk Tim yang bertugas untuk melakukan Monitoring dan Evaluasi Kualitas dan Kuantitas Penyaluran beras bantuan pangan sebelum dilakukan pengiriman ke titik distribusi.
Sedangkan, sebagai bentuk upaya pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, Bulog juga telah mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa apabila PBP mendapati kualitas beras bantuan pangan yang dianggap tidak sesuai, bisa dilakukan penukaran dengan menghubungi layanan pengaduan Bulog.
“Melayani keluhan, sudah disiapkan satgas bantuan pangan bulog di desa, dan aparat desa, untuk segera dilakukan penggantian beras bantuan pangan dengan kualitas baik. Penukaran beras tersebut akan kami layani maksimal kurang dari 24 jam,” ujar Umar.
Sembari mencontohkan, Umar mengungkapkan jika beberapa waktu lalu, sempat terjadi atas aduan masyarakat penerima Bantuan Pangan yang menganggap kualitas beras Bantuan Pangan kurang sesuai. Seketika itu, Bulog langsung gerak cepat melakukan pengecekan beras ke titik desa dan langsung melakukan penukaran beras dengan kualitas yang baik.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dan tidak sampai 1 x 24 jam aduan tersebut sudah kami layani. Alhamdulilah pihak Bulog langsung mengganti berasnya dengan kualitas yang baik dan tidak berbau,” imbuhnya.
Disisi lain, Bulog bersama anggota Komisi IV DPR RI, Eko Wahyudi melakukan pemantauan kegiatan penyaluran Bantuan Pangan Beras di Desa Jatiklabang Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban pada Kamis, lalu.
Dalam kesempatan itu, Eko Wahyudi menghimbau kepada masyarakat agar beras Bantuan Pangan ini dimanfaatkan oleh masyarakat guna memperkuat ketahanan pangan warga di tingkat rumah tangga.
“Beras Bantuan Pangan ini saya berharap jangan sampai dijual kembali, harus menjadi manfaat buat warga sekalian,” ujarnya saat menyapa warga di kegiatan tersebut.
Kembali dikatakan Eko, menurut hasil pantauannya, secara tata cara teknis penyaluran bantuan pangan juga sudah melibatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah hingga pemerintah desa, sehingga diharapkan semua berjalan lancar dan masyarakat mendapatkan manfaat dari program ini.
Diketahui, Bulog dalam hal ini memiliki posisi yang sangat strategis. Dengan dukungan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder, dapat dipastikan penyaluran bantuan beras ini terus bergulir, dari tingkat provinsi hingga kelurahan sehingga ketahanan pangan di tingkat rumah tangga juga kuat.









