Lamongan, asatunet.com - Ditinggal takziyah, rumah anak wartawan salah satu anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lamongan, Bintang Ramadhan Putra, Perumahan Sanur Village Jalan Raya Tikung – Mojokerto disatroni maling.
Dari kejadian tersebut, saat ini pihak Kepolisian Sektor Tikung masih melakukan penyelidikan. Informasi yang berhasil dihimpun, saat malam itu, Sabtu (6/2) malam korban mendapat informasi bahwa ada salah satu kerabat yang meninggal dunia di wilayah Paciran.
Saat itu pula, bersama istrinya Nihayatul Imma korban langsung pergi ke rumah duka. Seperti biasa, saat akan ditinggal pergi, pintu jendela, pintu rumah hingga pagar sudah terkunci. Pagi harinya, betapa shok nya saat itu, ketika melihat pagar rumah terbuka.
Terlebih ketika pintu utama terbuka dan membuka pintu kamar, korban melihat keadaan kamarnya nampak acak-acakan. Setelah dicek, laptop yang berada di dalam tas dan liontin lenyap.
Sekira pukul 22.00 pulang, betapa terkejutnya pasangan muda ini. Sebab saat masuk kamar, kondisinya acak - cakan. Setelah dicek, tas Eiger beserta isinya tidak ada di tempat. Penasaran Bintang chek ruamhnya.
Betapa terkejutnya Bintang saat mengetahuinya. Jendela samping ternuat dari galvalum ternyata rusak. Menyadari rumahnya dijarah maling, ia segera lapor ke Polsek Tikung. “Alhamdilillah masih selamat,” jelas Bintang didampingi istrinya.
Tak hanya itu, tambahnya, satu botol bekas air mineral berisi pecahan uang logam Rp 500 dan Rp 1000 juga digondol maling. Meski begitu, beberapa barang berharga lain berupa uang tunai, ATM dan perhiasan tidak turut digondol.
Kanit Reskrim Polsek Tikung, Ipda Sono, membenarkan kejadian tersebut. Saat ini pihaknya sudah melakukan penyelidikan. "Laptop merek Thosiba berisi data penting hilang dicuri pelaku. Kami masih melakukan pendalaman," terang Ipda Sono, Minggu (7/2) sore.









