Jakarta, Asatunet.com - Saar Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan hasil sengketa Pilpres 2024 terjadi demonstrasi di luar Gedung MK. Aksi massa ini berlangsung di sekitar Patung Kuda, beberapa langkah dari Gedung MK.
Meskipun massa berusaha mendekat ke MK, namun mereka terhalang oleh aparat yang telah memasang pagar pembatas. Para peserta dari Koalisi Nasional Selamatkan Demokrasi menegaskan dukungan mereka kepada hakim MK untuk mengambil keputusan yang adil dan bijaksana. Mereka berharap keputusan itu akan menjaga kualitas demokrasi dari campur tangan kepentingan keluarga penguasa.
Untuk mengamankan area sekitar, aparat menutup Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, dengan menggunakan pembatas beton di depan JPO Kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Lalu lintas yang menuju ke arah utara Istana dialihkan. Petugas dari Dishub dan Satpol PP berada di lokasi tersebut untuk membantu mengatur arus lalu lintas.
Dalam imbauannya, akun X TMC Polda Metro Jaya mengingatkan masyarakat untuk menghindari kemacetan di sekitar Gedung MK. Mereka menulis, "Hindari kepadatan lalu lintas pada jalan sekitar MK (Merdeka Barat, Gambir). Ada penyampaian pendapat di ruang publik," pada Senin (22/4).
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, juga meminta kepada masyarakat untuk mencari jalur alternatif. Selain itu, ia mengimbau para demonstran untuk menyampaikan pendapat mereka dengan tertib di ruang publik dan tetap menjaga persatuan bangsa.
Untuk mengamankan kelancaran lalu lintas di area tersebut, polisi mengalihkan arus kendaraan dari Harmoni menuju Jalan Merdeka Barat yang kemudian menuju Jalan Kesehatan. Jalan Perwira yang menuju ke arah Jalan Merdeka Utara ditutup, dan dialihkan ke arah Lapangan Banteng. Traffic light (lampu merah) di Jalan MH Thamrin ditutup dan dialihkan ke Jalan Kebon Sirih yang kemudian menuju ke Jalan Abdul Muis dan Patung Tani.









