Pasuruan, Asatunet.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pasuruan saat ini sedang serius mendalami adanya dugaan politik praktis yang dilakukan internal pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, lantaran dalam rapat koordinasi (Rakor) mereka bebarengan ada kegiatan pembagian sembako yang bergambarkan salah satu calon legislatif (Caleg) DPR - RI.
Sementara, pantauan di kantor Bawaslu Kabupaten Pasuruan, Nursalim selaku Kabid Paud Disdikbud Kabupaten Pasuruan, Kamis (18/1) hadir dengan mengendarai mobil dinas (mobdin) Avanza warna hitam bernopol N 1425WP sekitar pukul 10.00 WIB.
"Iya hari ini saya dipanggil Bawaslu. Ada 13 materi pertanyaan semuanya soal kegiatan rakor yang dihadiri caleg DPR-RI," kata Nursalim singkat usai pemeriksaan seakan menghindari pertanyaan awak media.
Sementara, kepada awak media, Ketua Bawaslu Kabupaten Pasuruan, Arie Yunianto membenarkan pihaknya melakukan pemanggilan ASN, diantaranya Hasbullah selaku Kadisdikbud dan Nursalim sebagai Kabid Paud Disdikbud Kabupaten Pasuruan.
"Ada dua orang yang dipanggil. Nursalim Kabid Paud dan Hasbullah Kadis Pendidikan dan Kebudayaan. Kedua ASN ini kita jadwalkan untuk dimintai keterangan," ujarnya.
Bukan tanpa alasan, pemanggilan itu menurut, Cak Arie sapaan akrabnya mengatakan jika hasil klarifikasi itu Nursalim mengakui GI (Gus Irsyad) ada di kegiatan rapat kerja (Raker) yang berlangsung di Saygon beberapa waktu lalu. Akan tetapi, Nursalim mengaku tidak tahu-menahu kehadiran GI.
"Sebelum acara selesai dirinya pulang. Jadi tidak melihat kehadiran GI dilokasi kegiatan," katanya kepada sejumlah awak media sembari menambahkan jika pihaknya juga telah mendatangi rumah GI untuk mengklarifikasi maksud dn tujuannya datang dalam Rakor yang digelar Disdikbud.









