Lamongan, Asatunet.com – Paska grand opening Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ki Ageng Brondong Kabupaten Lamongan, pada bulan Juni 2025 kemarin, Pemkab Lamongan melalui Dinas Kesehatan genjot pemenuhan fasilitas pendukung lainnya.
Itu menyusul anggaran sebesar Rp 30 Miliar lebih berasal dari ploting Dana Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun ini sebagian telah disiapkan khusus untuk beberapa kebutuhan rumah sakit plat merah di wilayah Pantura tersebut.
Sarana penunjang misalnya, ada berupa unit ambulance untuk pasien dan khusus untuk jenazah. Adapula untuk subsidi bagi puluhan ribu pasien selama 1 tahun yang memanfaatkan pelayanan kesehatan di RSUD Ki Ageng Brondong.
Tidak itu saja, ada juga pengadaan beberapa alat kesehatan (Alkes) untuk pemenuhan standart peralatan kesehatan rumah sakit. Lalu, penunjang lainnya berupa pengadaan jenis obat-obatan untuk pasien serta insentif untuk kader.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamongan, dr. Moch. Chaidir Annas, M.Mkes,.M.EK didampingi Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK), Eko Wagearto Kahar, mengatakan bahwa itu merupakan bentuk komitmen dalam pemenuhan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Pantura.
Penunjang medis (Alkes), menurut Annas, sangat penting bagi tenaga medis untuk memberikan pelayanan optimal (general medical shek up). Sebab, suatu diagnosis pasien harus didahului dengan peralatan yang memadai.
Secara bertahap, tambahnya, kami terus berupaya memacu untuk terus melengkapi beberapa fasilitas pendukung lainnya termasuk peralatan kesehatan, mulai dari sarana penunjang, obat-obatan serta pengelolaan subsidi jaminan kesehatan.
Sementara, pekerjaan pelangkap yang lain termasuk pagar keliling untuk halaman depan, taman dan lainnya sudah dikerjakan. “Untuk saat ini masih dilakukan proses pengajuan pencairan,” jelasnya.
Sejalan dengan tujuan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, rumah sakit type D di wilayah Pesisir itu, sebagai pemerataan di bidang infrastruktur dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat, Chaidir Annas berharap masyarakat Pantura dapat terfasilitasi dengan baik.
“Fisik lantai 3 sudah kelar. Kami berharap dengan progres 100 persen pemenuhan kebutuhan pendukung rumah sakit, baik alat kesehatan maupun pekerjaan lainnya bisa rampung bulan November tahun ini,”harapnya.
Sementara, masyarakat Pantura saat ini sudah bisa menikmati layanan kesehatan diantaranya Poli anak, Poli penyakit dalam, Poli bedah, dan Poli kandungan. Termasuk Poli gigi dan medical check up.
Termasuk fasilitas lain yang tersedia diantaranya instalasi rawat jalan, farmasi, radiologi, gawat darurat, laboratorium, ruang operasi, rawat inap, ruang bersalin, instalasi bedah central, dan Intensive Care Unit (ICU).
Nampak terpantau, Sabtu (6/7) kemarin masyarakat sekitar Pantura sudah memadati salah satu ruang pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ki Ageng Brondong. Informasinya, setiap harinya jumlah pasien semakin bertambah.









